Sedang memuat ...

Halaman Artikel Gallery Infografis Agenda

Ibu Hamil KEK


berita-image

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius bagi ibu dan bayi. Dampaknya meliputi risiko komplikasi kehamilan seperti anemia, preeklampsia, dan persalinan prematur, serta risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), stunting, dan gangguan perkembangan. 

Bahaya KEK pada Ibu Hamil:

  • Persalinan Sulit:

    Proses persalinan bisa menjadi lebih sulit, panjang, dan berisiko, bahkan meningkatkan kemungkinan operasi caesar. 

  • Perdarahan:

    Ibu hamil dengan KEK lebih rentan mengalami perdarahan saat hamil atau setelah melahirkan. 

  • Kelelahan:

    Ibu hamil bisa merasa sangat lelah dan sulit beristirahat, bahkan setelah istirahat. 

  • Penyakit Infeksi:

    Daya tahan tubuh yang lemah membuat ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi. 

  • Risiko Komplikasi Kehamilan:

    KEK dapat meningkatkan risiko anemia, preeklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil), dan persalinan prematur. 

Bahaya KEK pada Bayi:

  • BBLR: Bayi lahir dengan berat badan rendah (<2.5 kg) berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan dan pertumbuhan. 
  • Stunting: Pertumbuhan fisik bayi bisa terhambat (stunting), mempengaruhi tinggi badan dan perkembangan kognitif. 
  • Cacat Bawaan: KEK meningkatkan risiko bayi lahir dengan cacat bawaan. 
  • Gangguan Perkembangan: KEK dapat mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan kognitif bayi. 
  • Keguguran dan Kematian Bayi: Risiko keguguran dan kematian bayi dalam kandungan atau setelah lahir juga meningkat. 

Penyebab KEK pada Ibu Hamil:

  • Asupan Gizi Kurang: Kurangnya asupan makanan bergizi, terutama protein, zat besi, dan asam folat. 
  • Usia Ibu: Ibu hamil di bawah usia 17 tahun atau di atas 35 tahun lebih berisiko. 
  • Penyakit Infeksi: Infeksi kronis atau berulang dapat menyebabkan malnutrisi. 
  • Faktor Ekonomi: Kondisi sosial ekonomi yang rendah dapat membatasi akses terhadap makanan bergizi. 
  • Jarak Kehamilan Dekat: Jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat menguras cadangan nutrisi ibu. 

Pencegahan dan Penanganan KEK: 

  • Konsumsi Makanan Bergizi:

    Perbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya protein, zat besi, dan asam folat. 

  • Suplementasi Gizi:

    Ikuti program suplementasi gizi seperti pemberian tablet tambah darah (TTD) dan makanan tambahan. 

  • Pemeriksaan Kehamilan Rutin:

    Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk memantau status gizi dan kesehatan ibu. 

  • Istirahat Cukup:

    Pastikan ibu hamil mendapatkan istirahat yang cukup untuk memulihkan tenaga. 

  • Penanganan Penyakit Infeksi:

    Obati penyakit infeksi yang diderita ibu hamil. 

asset